Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan Dasmian Sulviani menyampaikan, gelombang setinggi empat meter berpotensi terjadi di perairan barat Kepulauan Nias, perairan barat Kepulauan Batu, serta perairan timur Kepulauan Nias.
Kondisi tersebut dipengaruhi adanya belokan angin di wilayah Sumatera bagian utara atau Sumbagut serta suhu muka laut yang hangat di Samudra Hindia bagian barat Sumatera. Kondisi atmosfer dan laut tersebut dapat mendukung terbentuknya awan konvektif di wilayah Sumbagut.
Pola angin secara umum bergerak dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan berkisar 10 hingga 25 knot. Selain potensi gelombang empat meter, gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter juga berpeluang terjadi di perairan barat Sumatera Utara.
BMKG mengimbau nelayan yang menggunakan perahu agar meningkatkan kewaspadaan ketika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter. Kondisi tersebut perlu menjadi pertimbangan dalam menentukan aktivitas melaut maupun pelayaran.
Kapal tongkang juga diminta meningkatkan kewaspadaan apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dengan tinggi gelombang 1,5 meter. Sementara kapal feri perlu mewaspadai kondisi ketika kecepatan angin mencapai 21 knot dengan tinggi gelombang hingga 2,5 meter.
Di sisi lain, berdasarkan pemantauan citra sebaran asap pada 11 September 2026, BMKG tidak mendeteksi adanya sebaran asap di wilayah Sumatera Utara. Namun, pada 10 September tercatat sembilan titik panas dengan tingkat kepercayaan sedang yang tersebar di Mandailing Natal, Padang Lawas Utara, dan Tapanuli Utara.
BMKG juga mencatat jarak pandang di sejumlah wilayah Sumatera Utara berkisar 5 hingga 10 kilometer hingga 11 September 2026 pukul 11.00 WIB. Sementara itu, kualitas udara berdasarkan konsentrasi PM2,5 di Sumatera Utara masih berada dalam kategori baik.
Liputan : Tim
Redaktur : Arif
0 Response to "BMKG: Gelombang 4 Meter Berpotensi Terjadi di Perairan Sumut hingga 14 September"
Posting Komentar