![]() |
| Keterangan Foto: Aktivitas masyarakat berbelanja di pusat perbelanjaan menjadi salah satu gambaran terjaganya konsumsi rumah tangga di tengah dinamika perekonomian nasional. |
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan pertumbuhan penjualan eceran terutama ditopang oleh kelompok suku cadang dan aksesori serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau.
Kelompok suku cadang dan aksesori mencatat indeks sebesar 150,0 atau tumbuh 10,1 persen secara tahunan. Sementara kelompok makanan, minuman, dan tembakau memiliki indeks 317,6 dengan pertumbuhan 0,7 persen secara tahunan.
Di sisi lain, sejumlah kelompok barang masih mengalami kontraksi. Salah satunya kelompok peralatan informasi dan komunikasi yang mencatat penurunan sebesar 1,7 persen secara tahunan.
Secara bulanan, penjualan eceran pada Agustus 2026 diprakirakan mengalami kontraksi sebesar 0,1 persen. Kondisi tersebut antara lain dipengaruhi oleh penurunan penjualan pada kelompok barang lainnya.
Meski demikian, beberapa kelompok masih mencatat pertumbuhan secara bulanan, yakni peralatan informasi dan komunikasi, bahan bakar kendaraan bermotor, serta suku cadang dan aksesori.
Sementara itu, realisasi Juli 2026 menunjukkan IPR berada di level 224,9 atau tumbuh 1,1 persen secara tahunan. Angka tersebut membaik dibandingkan Juni 2026 yang mengalami kontraksi sebesar 3 persen.
Perkembangan penjualan eceran menjadi salah satu indikator aktivitas konsumsi masyarakat. Bank Indonesia juga memperkirakan tekanan ekspektasi harga untuk Oktober 2026 dan Januari 2027 akan menurun, sejalan dengan perkembangan aktivitas ekonomi dan kondisi harga.
Liputan : Tim
Redaktur : Arif
0 Response to "BI Prakirakan Penjualan Eceran Agustus 2026 Tetap Tumbuh"
Posting Komentar