Aktivitas pendataan dan penyajian informasi Sensus Ekonomi 2026 oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Pemanfaatan hasil sensus dan berbagai sumber data lainnya diarahkan untuk memperkuat Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) serta mendukung penyusunan kebijakan pemerintah yang lebih tepat sasaran.

JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) akan memanfaatkan berbagai sumber data, termasuk hasil Sensus Ekonomi 2026, untuk mendukung penguatan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan akurasi data sosial ekonomi masyarakat sebagai dasar penyusunan kebijakan pemerintah.


Direktur Metodologi dan Sains Data BPS Setianto Pramana mengatakan pemutakhiran data dilakukan secara berkelanjutan. Proses tersebut melibatkan berbagai kanal yang dimiliki BPS maupun Kementerian Sosial.


Menurut BPS, penguatan kualitas data menjadi hal penting dalam menentukan kebijakan pemerintah. Data yang akurat diperlukan agar berbagai program sosial dan ekonomi dapat diberikan kepada masyarakat yang memenuhi kriteria sebagai penerima.


Hasil Sensus Ekonomi 2026 menjadi salah satu sumber data yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat DTSEN. Data tersebut nantinya dapat melengkapi informasi yang telah tersedia dalam sistem pendataan pemerintah.


Pemutakhiran data tidak dilakukan hanya satu kali, tetapi berlangsung secara berkelanjutan. Dengan mekanisme tersebut, perubahan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat diharapkan dapat lebih cepat tercermin dalam basis data pemerintah.


BPS juga terus mengembangkan metodologi pengolahan data untuk meningkatkan ketepatan dalam mengelompokkan masyarakat berdasarkan kondisi sosial ekonominya. Pengembangan metodologi dinilai penting agar kualitas data semakin baik.


Penguatan DTSEN diharapkan dapat membantu pemerintah merancang program perlindungan sosial dan kebijakan ekonomi yang lebih tepat sasaran. Data yang semakin akurat juga dapat mengurangi risiko kesalahan dalam menentukan penerima manfaat.


Melalui pemanfaatan berbagai sumber data, termasuk Sensus Ekonomi 2026, pemerintah diharapkan memiliki gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi sosial ekonomi masyarakat. Data tersebut menjadi salah satu fondasi penting untuk menghasilkan kebijakan nasional yang lebih tepat, efektif, dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Liputan : Tim

Redaktur : Arif