Jajaran Pemerintah Kabupaten Simalungun bersama pihak terkait berfoto bersama dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak di Kecamatan Panei, Kamis (22/10/2026), dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia Tahun 2026. Kegiatan ini bertujuan menjaga stabilitas harga pangan, mengendalikan inflasi, serta membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. (Foto: Diskominfo Kabupaten Simalungun)

SIMALUNGUN – SMTV — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan turut menyukseskan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia Tahun 2026. Kegiatan ini digelar untuk menjaga stabilitas harga bahan pangan pokok, mengendalikan inflasi, serta membantu masyarakat memperoleh kebutuhan sehari-hari dengan harga terjangkau.


Di Kabupaten Simalungun, pelaksanaan GPM dipusatkan di Kecamatan Panei melalui kegiatan pasar murah yang berlangsung pada Kamis (22/10/2026). Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat, dengan jumlah pembeli yang tercatat mencapai sekitar 400 orang.


Gerakan Pangan Murah ini dilaksanakan secara serentak di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota di Indonesia. Peluncuran kegiatan secara nasional diikuti jajaran pemerintah daerah melalui konferensi virtual yang dipimpin Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia, Saleh Mustafa.


Dalam arahannya, Wamentan menekankan pentingnya respons cepat pemerintah dalam menghadapi dinamika harga pangan. Ia juga mendorong optimalisasi bantuan pangan yang telah direncanakan Presiden guna menjaga daya beli masyarakat dan memastikan kebutuhan pokok dapat terpenuhi secara merata.


Saleh Mustafa mengapresiasi pelaksanaan Gerakan Pangan Murah yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Namun, ia mengingatkan bahwa kondisi daya beli masyarakat perlu menjadi perhatian serius sehingga intervensi pemerintah melalui program bantuan pangan dapat berjalan optimal.


Menurutnya, pemerintah daerah memiliki peran penting dalam melakukan pemantauan harga dan mengambil langkah antisipatif apabila terjadi gejolak harga pangan. Dengan demikian, kestabilan pasokan dan keterjangkauan harga dapat terus dijaga sesuai kondisi di lapangan.


Menindaklanjuti arahan tersebut, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Simalungun, Pardomuan A. Sijabat, SP., M.Si., menyampaikan harapannya agar pelaksanaan GPM dapat memperlancar distribusi pangan hingga ke tingkat kecamatan sekaligus membantu menekan laju inflasi daerah.


Ia juga berharap kegiatan pasar murah dapat dilaksanakan secara lebih luas di seluruh kecamatan di Kabupaten Simalungun sehingga semakin banyak masyarakat yang memperoleh manfaat dari program tersebut.


Dalam kegiatan di Kecamatan Panei, sejumlah komoditas pangan pokok dijual dengan harga khusus yang relatif terjangkau. Beras SPHP kemasan 5 kilogram dijual Rp58.000, Minyakita Rp15.500 per liter, gula pasir Rp18.500 per kilogram, minyak goreng Fortune kemasan 800 mililiter Rp16.500, tepung terigu Rp10.000 per kilogram, serta telur ayam ras dengan harga Rp46.000 hingga Rp48.000 per papan.


Antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah pembelian dan distribusi berbagai komoditas yang berhasil disalurkan selama kegiatan berlangsung. Tercatat sebanyak 450 sak beras SPHP, 300 kilogram gula pasir, 1.200 liter Minyakita, 480 pouch minyak goreng Fortune, 150 kilogram tepung terigu, serta 80 papan telur ayam ras berhasil didistribusikan kepada masyarakat.


Melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah ini, Pemkab Simalungun berharap masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga dengan harga yang lebih terjangkau. Pemerintah daerah juga berkomitmen memperkuat berbagai program strategis di bidang ketahanan pangan guna menjaga ketersediaan pasokan, mengendalikan inflasi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Penulis : Arif 

Editor : SMTV